Baginya (manusia) ada malikat-malaikat yang selalu
menjaganya bergiliran dari depan dan belakangnya. Mereka menjaga atas
perintah Allah. Sesungguhnya Allah tidak
akan mengubah keadaan suatu kaum sebelum mereka mengubah dirinya sendiri.
Dan apabila Allah menghendaki keburukan terhadap suatu kaum, maka tak ada
pelindung bagi mereka selain Dia (QS.AR-RA’D:11).
Salah satu dari
mengubah diri sendiri adalah menjadi lebih baik, dan terus maju. Dengan niat
yang baik, usaha (ikhtiar), dan doa (tawakkal).
Bisa dicontohkan
dalam cerita berikut:
Pasti tahu dong sahabat
Rasulullah yang bernama Bilal bin Rabah? Bilal dulunya adalah seorang budak,
dia ta’at beragama dan ‘keras kepala’ untuk mempertahankan ke Islam-annya. Saat
majikannya tahu bahwa Bilal sudah masuk Islam, majikannya yang kafir itupun
murka, kemudian menyiksa Bilal di bawah terik matahari. Majikannya terus
menerus menyuruh Bilal untuk melepas ke-Islam-annya. Namun yang Bilal hanya mengatakan
“Ahad, Ahad, Ahad.” Tanpa sengaja Abu Bakar lewat, dan melihat betapa teguhnya
usaha Bilal. Maka dibelil-lah Bilal dari majikannya yang kafir tersebut dan
Bilal bebas.
Kalau dalam keadaan sekarang, sebagai pelajar bisa disebut menambah ‘kualitas
diri’. Dan mengisi waktu kosong dengan hal berguna. Istilah keren-nya
produktif. 😄 Dan sangat disayangkan jika waktu-tidak-produktif kita lebih
banyak daripada waktu-produktif.
Nothing stays the same.
Bahkan ketika kita bertemu
teman lama yang sudah tidak berbincang lebih dari satu tahun, kita bisa
terkaget dengan betapa tekad dan ikhtiar yang kuat bisa merubah seseorang. Yang dulunya
pemalu jadi lebih berani mengemukakan pendapat. Yang dulunya malas jadi
lebih sadar dan giat belajar. Yang dulunya berpikiran 'itu-itu aja' jadi
lebih open minded. Maka kita sendiri tidak bisa menilai orang yang dulu
sama dengan orang yang sekarang.
Karena kita hidup dengan tujuan.
Keep Moving
Forward!
xoxo
^^
