Selasa, 20 Juni 2017

Manusia dan Perubahan



Baginya (manusia) ada malikat-malaikat yang selalu menjaganya  bergiliran dari depan dan belakangnya. Mereka menjaga atas perintah Allah. Sesungguhnya Allah tidak akan mengubah keadaan suatu kaum sebelum mereka mengubah dirinya sendiri. Dan apabila Allah menghendaki keburukan terhadap suatu kaum, maka tak ada pelindung bagi mereka selain Dia (QS.AR-RA’D:11).

Salah satu dari mengubah diri sendiri adalah menjadi lebih baik, dan terus maju. Dengan niat yang baik, usaha (ikhtiar), dan doa (tawakkal).

Bisa dicontohkan dalam cerita berikut:

Pasti tahu dong sahabat Rasulullah yang bernama Bilal bin Rabah? Bilal dulunya adalah seorang budak, dia ta’at beragama dan ‘keras kepala’ untuk mempertahankan ke Islam-annya. Saat majikannya tahu bahwa Bilal sudah masuk Islam, majikannya yang kafir itupun murka, kemudian menyiksa Bilal di bawah terik matahari. Majikannya terus menerus menyuruh Bilal untuk melepas ke-Islam-annya. Namun yang Bilal hanya mengatakan “Ahad, Ahad, Ahad.” Tanpa sengaja Abu Bakar lewat, dan melihat betapa teguhnya usaha Bilal. Maka dibelil-lah Bilal dari majikannya yang kafir tersebut dan Bilal bebas.

Kalau dalam keadaan sekarang, sebagai pelajar bisa disebut menambah ‘kualitas diri’. Dan mengisi waktu kosong dengan hal berguna. Istilah keren-nya produktif. 😄 Dan sangat disayangkan jika waktu-tidak-produktif kita lebih banyak daripada waktu-produktif.

Nothing stays the same.
Bahkan ketika kita bertemu teman lama yang sudah tidak berbincang lebih dari satu tahun, kita bisa terkaget dengan betapa tekad dan ikhtiar yang kuat bisa merubah seseorang. Yang dulunya pemalu jadi lebih berani mengemukakan pendapat. Yang dulunya malas jadi lebih sadar dan giat belajar. Yang dulunya berpikiran 'itu-itu aja' jadi lebih open minded. Maka kita sendiri tidak bisa menilai orang yang dulu sama dengan orang yang sekarang. 

Karena kita hidup dengan tujuan.  

Keep Moving Forward!
xoxo
^^