Kamis, 15 November 2018

Deep Part

Aku harus ngelihat kamu bahagia. Karena kamu bahagia itu kebahagiaan tersendiri buat aku. Meskipun jika nanti bahagianya sama orang lain, bukan aku. Tapi ada satu hal yang harus kamu ingat, disini ada hati yang sangat tulus menyayangi kamu.

-from me, to you,

Jumat, 30 Maret 2018

Kamu kena Abusive Relationship atau tidak? Yuk lihat!

Ini bukan ranah saya untuk menjelaskan. Tapi ini sangat berguna, dan setiap orang harus mengetahuinya agar tidak menjadi korban ataupun pelaku dalam Abusive Relationship ataupun Abusive Frienship. Baik itu dari pasangan, pacar, suami, istri, orang tua, bahkan teman kita sendiri.

Abusive relationship adalah bentuk hubungan yang sering diwarnai kecemburuan tidak wajar, kehangatan emotional yang berkurang, kurangnya kualitas hubungan yang erat, pelecehan seksual, ketidaksetiaan, posesif, penyiksaan secara verbal, bully, ancaman, dusta, pengingkaran janji, serta permainan pihak dominan dalam hubungan. (dari berbagai sumber)

Diambil dari artikel ini, berikut contohnya: 
  1. Selalu menjadi orang yang mempertahankan hubungan, kamu yang menghubungi duluan, mencari tahu duluan, mencoba dekat duluan, dan dia sama sekali  tidak melakukan hal yang sama. Berusaha keras membuatnya bahagia, membujuk sedemikian rupa ketika dia marah, namun tidak timpal balik kepada kamu.
  2. Meski sadar terjebak dalam hubungan asmara yang menyengsarakan, Anda tak mampu memutuskan hubungi dengan si dia karena takut akan konsekuensinya.
    (misalnya istri yang ngerasa dia bukan siapa-siapa jika diceraikan suaminya, takut kekurangan finansial, maupun mendapat ancaman jika menggugat cerai.)
  3. Anda tak berani mengatakan hal yang berlawanan dengannya karena tak mau memicu amarahnya.
  4. Posesif
  5. Anda berusaha meyakinkan diri sendiri kalau Anda berusaha lebih keras dan mencintai dia lebih dalam, kondisi hubungan kalian akan membaik.
  6. Anda sering menangis tanpa sebab, merasa depresi, dan tidak bahagia meski sedang berada di tengah keramaian
  7. Karena merasa Anda adalah pihak yg bersalah, Anda selalu merasa khawatir dan terobsesi mencari cara untuk membuat pasangan Anda bahagia.
    (atau terkadang, dibuat merasa bersalah akan kemarahannya, gaslighting)
  8. Dalam hal apa pun, Anda tak mampu membuat keputusan secara cepat, dan selalu harus minta pertimbangan darinya.
  9. Apa pun yang Anda lakukan, dera siksaan secara fisik, verbal, maupun emosional darinya semakin lama kian memburuk.
  10. Selalu menganggap anda jelek atau bodoh dalam setiap keadaan apapun.
    (tak pernah memuji, atau sengaja selalu mengatakan anda jelek atau bodoh untuk menurunkan tingkat kepercayaan diri anda agar tidak pergi darinya)
  11. Anda sering merasa diremehkan? Atau mendapat nama panggilan yang berkesan merendahkan ketika sedang berduaan? Tak ragu lagi, itu gejalanya.
    (ex: "Hai anjing")
  12. Anda sering merasa dipermalukan olehnya di hadapan orang lain. 
  13. Setelah bertindak kasar, ia bertingkah manis untuk memenangkan hati Anda kembali. Namun, Anda merasa tak lagi memiliki kedekatan batin denganya.
  14. Meski Anda adalah pihak yang dirugikan, dia selalu berhasil membuat Anda merasa bersalah karena telah mengabaikannya.
  15. Dia menyalahkan anda akan yang diperbuatnya 
    ("gara-gara kamu nih aku jadi marah." atau "kalau kamu gak gini kan gakkan ada masalah")
  16. Pada saat tertentu, ia mengurangi frekuensi kekerasannya pada Anda, berpura-pura itu tidak pernah terjadi, dan Anda hanya mengarang cerita saja.
  17. Anda merasa terintimidasi dan benar-benar ketakutan ketika kekasih melampiaskan amarahnya pada benda mati atau mengancam Anda secara verbal.
  18. Masalah sekecil apa pun, seperti keliru membelikan minuman pesanannya, bisa membuat Anda panik luar biasa. 
  19. Dia meremehkan kebaikan yang kamu usahakan untuknya. Walaupun untuk bercanda, tapi efeknya berbeda ketika diucapkan,
    ("Ih sok baik", "Apaansih kamu tumben sok manis")


Untung lebih jelas tentang abusive relationship bisa baca di sini:
http://amrazing.com/abusive-relationship/
https://hellosehat.com/hidup-sehat/psikologi/ciri-hubungan-abusive-kdrt/

Pada saat tertentu, ketika kita menyadarinya dan hendak protes, biasa sang pelaku akan melancarkan trik lainnya yaitu gaslighting. Gaslighting atau manipulatif secara halus memanipulasi dan meruntuhkan mentalmu, bahkan parahnya bisa membuat kamu tidak percaya diri dan membenci diri sendiri.

Misalnya:
Noona merasa diremehkan sama Oppa karena mendapat nama panggilan yang berkesan merendahkan ketika sedang berduaan. Noona menyampaikan kalau dia tidak suka dipanggil begitu, respon orang normal adalah meminta maaf dan mengganti kata panggilan. Namun karena Oppa melakukan gaslighting, dia akan menganggap Noona terlalu sensitif atau kira kira seperti,
"Ih kamu gak bisa diajak bercanda" atau
"Sensitif amat, kayak mau pms"
atau yang lebih halus: 
“Kamu tahu bahwa tidak ada orang lain yang memahami kamu sebaik aku? Aku selalu 
ada untukmu kapan pun kamu membutuhkan aku. Kamu jangan gini dong sama aku, kamukan tahu aku cuma bercanda karna seneng manggil kamu begitu” 
(there is a big diffeerence between joking with gaslighting. Gaslighting are manipulates, the person would never feels guilty when you're don't like that it, and jokes are joking)

Disisi lain, Jody merasa bahwa hubungannya mulai merenggang, namun ketika Jody membicarakannya ke Jodha, Jodha malah marah, "Apaansih, jangan ngada-ngada deh, sensitifan banget. Bikin aku pusing aja.". Lalu Jodha ngambek, dan Jody pun minta maaf karena telah membuat Jodha merasa tidak nyaman atas pernyataannya. Lalu Jody merasa tidak percaya diri karena mengira telah salah memahami seseorang.

Di tempat lain, ada temannya seorang senpai, cewe itu pinter, multi talent, cantik, namun terjebak dengan sebuah hubungan yang cowonya. . yah. . pinter sih emang, tapi suka main tangan. Namun ketika ditanya, "Kenapa gamau putus?" si cewe ngejawab, "Lah, gue kan jelek, nggak pinter, pacar gue aja beruntung bisa gue dapetin, dia aja bilang mungkin gaakan ada yang mau sama gue lagi kalo gue diputusin dia".

See? Betapa berefeknya sebuah gaslighting pada seseorang. Untuk lebih lengkap bisa dibaca disini:

Bahaya gaslighting: 

Kamis, 25 Januari 2018

Unfollow Bikin Berantem?


Bayangin deh, suatu saat ada Budi si kids jaman now yang ingin ikut gahul seperti Pak Jokowi. Sampai plek plek semuanya ditiru kayak cara pakai baju, cara bicara, nge-vlog main bareng cucu.......mber, iya timun. Kemudian dia sadar, “waduhhh apaan neh, rupanya following Pak Jokowi Cuma 0.” Agar seperti Pak Jokowi sang panutan maka dia unfollow seluruh temen, keluarga, tetangga, bahkan dengan berat hati Oppa oppa korea, hiks.

Ketika di jalan pulang ada yang teman yang datengin dia.
“Lo yang unfollow gue di perosotan kannnnnnnnn?”
“......................”

Emang kenapa sih? Memangnya ada UU ITE yang mengharuskan follow semua temen yang kalo ngga di follow kamu bisa mati?

Kalau kamu di unfriend/unfollow berarti ada sesuatu dari postingan atau kegiatan sosialmu yang dianggap menganggu sama dia. Mungkin isinya makanan mulu, galau mulu, isinya foto anak mulu, promosi jualan mulu, politik yang menyudutkan satu pihak, atau anaq anaq esde yang sudah pacaran dan  panggil papah mamah itu ngeselin banget asli. Beberapa orang ada yang seneng, beberapa lagi ada yang terganggu. Mau lanjut follow atau tidak ya terserah si pemilik akun tergantung dari seberapa menganggunya kamu bagi dia.

Misal, si A yang suka seni, posting lukisan monalisa dan satu instagram dia postingannya tentang seni semua. Bagi yang suka seni, “wow it’s amazing” tapi bagi yang ngerasa seni bukan prioritas dia mungkin ngerasa biasa aja atau malah terganggu.


Untuk menghindarinya sang teman sakit hati, ada baiknya kita kabarin dulu deh.

“Eh, aku unfollow ya, kamu fotoin cewe seksi mulu, aku gamau zinah mata” , -si anak di jalan yang lurus.

“Apaansik foto otomotif mulu, ketutup temlen nih mau lihat tutorial makeup hits”, si beauty enthusiast.

“Aku unfollow. Mau seperti Pak Jokowi yang following nya 0”,- Budi, ntah si-apa.

Jujur itu baik, guys. Dan dengan diberitahu juga secara gak langsung kita mendukung apapun yang dilakukan sang pemilik akun tanpa merubahnya jadi orang lain.

Ini cuma follow-unfollow, friend-unfriend, kalo hal segitu aja bikin berantem gimana bisa sebuah hubungan pertemanan nge-handle yang lain lagi?

Jumat, 05 Januari 2018

^^

Ya Allah, berikanlah aku pikiran yang selalu berprasangka baik, hati yang teguh namun mudah memaafkan, mata yang selalu mencari kebaikan dari diri orang lain. Aamiin.