Kamis, 20 Juli 2017

Not Jealous, but Territorial.

It's not only about relationship. Also about family, children, boyfriend/girlfriend, and bank accounts (okay, it's fun). Everyone have different level in protecting what she/he has. Everyone have different level of jealousy and possessiveness. And its none of our bussiness to judge whether someone is being normal or not (tbh normal is relative).

Something like open mind. If you like, okay. If you don't, fine. It doesn't matter, right?

xoxo
Widya Hardiyanti

Rabu, 12 Juli 2017

Gossip. Yay or Nay?

MUI telah mengeluarkan fatwa haram untuk infotaintment. 
Yay or nay?

Abu Hurairah menuturkan Nabi Muhammad Rasulullah saw bersabda: “Tahukah engkau apa yang dimaksud dengan ghibah?”. “Allah dan Rasul-Nya lah yang tahu”, jawab Abu Hurairah. Rasulullah menjelaskan: “Ghibah adalah membicarakan keburukan orang lain tanpa sepengetahuan yang bersangkutan”. “Bagaimana kalau yang dibicarakan itu benar adanya?”. “Apabila yang engkau bicarakan itu benar, berarti engkau menggunjing”, tegas Rasulullah. “Dan jika tidak benar, berarti engkau melakukan suatu kebohongan (fitnah) tentang dia (HR Muslim).

Gossip itu sendiri masih merupakan hal yang kabur, bener atau gak nya belum pasti. Misalnya saja, ada janda yang kerjanya dirumah aja tapi bajunya bagus-bagus mulu, anaknya banyak, sekolah di sekolah elit, terus terkena gosiplah di janda ngepet tiap malam jum'at, eh rupanya siap ditelusuri rupanya reseller online shop dan penjualannya gede. Hayoloh, terus yang ngegosip akhirnya termasuk ghibah atau fitnah? Wallahualam, sebagai manusia kita gak berhak menghakimi.

“Hindarilah prasangka, karena prasangka itu berita yang paling bohong (HR Muslim)

Saat kita mengenal seseorang, terkadang kita hanya melihat hidup dia atau tahu kisah hidupnya dari sepenggal cerita. Jadi orang hebat mungkin nggak se-enak kelihatannya. Ada seorang pengusaha, sukses, punya minimarket, toko bangunan, counter hp, bayar pajaknya 4M setahun. Pajaknya segitu berapa omzetnya coba? Eh tapi setelah tahu lebih dalam dia juga baru sembuh dari penyakitnya dan pengobatannya perhari 10jt. Terus kita gak tahu kan apalagi permasalahan dalam hidup dia. Because every privilege comes with a consequences.

Orang memang suka berprasangka aneh, tapi kita menghapinya juga harus sabar dan ikhlas. Jika seseorang melakukan hal yang gak mengenakkan hati kita (memang yang mengarah ke kita lho, bukan tentang gosip orang lain dan yang bukan karena baper yha), karena kemungkinannya ada dua, yaitu alasan baik dan alasan kurang baik. Sebagai manusia yang mencoba positif, bisa jadi saja alasannya memang baik, seperti untuk kebaikan diri kita sendiri atau kebaikan orang lain dalam skala besar, dan insyaallah, jikapun memang kurang baik maka suatu hal baik akan datang ke kita.

Alhamdulillah.
Jika kita yakini kita tidak pernah berniat buruk terhadap orang lain, berniat menyakiti orang lain, memfitnah, selalu berprasangka baik dan berusaha agar hati kita tetap suci, hati kita dapaat tenang, karena hati yang baik dan tidak pernah berniat buruk. Dan kita juga tahu atas hadits:

Hudzaifah ra menyatakan Muhammad Rasulullah saw bersabda: “Tidak akan masuk surga orang yang suka menyebar fitnah” (HR Buchari Muslim)

Selasa, 20 Juni 2017

Manusia dan Perubahan



Baginya (manusia) ada malikat-malaikat yang selalu menjaganya  bergiliran dari depan dan belakangnya. Mereka menjaga atas perintah Allah. Sesungguhnya Allah tidak akan mengubah keadaan suatu kaum sebelum mereka mengubah dirinya sendiri. Dan apabila Allah menghendaki keburukan terhadap suatu kaum, maka tak ada pelindung bagi mereka selain Dia (QS.AR-RA’D:11).

Salah satu dari mengubah diri sendiri adalah menjadi lebih baik, dan terus maju. Dengan niat yang baik, usaha (ikhtiar), dan doa (tawakkal).

Bisa dicontohkan dalam cerita berikut:

Pasti tahu dong sahabat Rasulullah yang bernama Bilal bin Rabah? Bilal dulunya adalah seorang budak, dia ta’at beragama dan ‘keras kepala’ untuk mempertahankan ke Islam-annya. Saat majikannya tahu bahwa Bilal sudah masuk Islam, majikannya yang kafir itupun murka, kemudian menyiksa Bilal di bawah terik matahari. Majikannya terus menerus menyuruh Bilal untuk melepas ke-Islam-annya. Namun yang Bilal hanya mengatakan “Ahad, Ahad, Ahad.” Tanpa sengaja Abu Bakar lewat, dan melihat betapa teguhnya usaha Bilal. Maka dibelil-lah Bilal dari majikannya yang kafir tersebut dan Bilal bebas.

Kalau dalam keadaan sekarang, sebagai pelajar bisa disebut menambah ‘kualitas diri’. Dan mengisi waktu kosong dengan hal berguna. Istilah keren-nya produktif. 😄 Dan sangat disayangkan jika waktu-tidak-produktif kita lebih banyak daripada waktu-produktif.

Nothing stays the same.
Bahkan ketika kita bertemu teman lama yang sudah tidak berbincang lebih dari satu tahun, kita bisa terkaget dengan betapa tekad dan ikhtiar yang kuat bisa merubah seseorang. Yang dulunya pemalu jadi lebih berani mengemukakan pendapat. Yang dulunya malas jadi lebih sadar dan giat belajar. Yang dulunya berpikiran 'itu-itu aja' jadi lebih open minded. Maka kita sendiri tidak bisa menilai orang yang dulu sama dengan orang yang sekarang. 

Karena kita hidup dengan tujuan.  

Keep Moving Forward!
xoxo
^^