“Kok mau sih temenan sama dia? Dia kan dulu blablabla”
Emm, masih banyak yang denger ginian ga yah?
Saya mungkin gaakan ngerasa bermasalah tentang masa lalu seseorang,
karena, gimana ya, dia sudah menjadi versi-lebih-baik-dirinya setelah bermacam-macam peristiwa yang udah dilalui, macem “Terima kasih Ya Allah atas setiap masa yang engkau
pilihkan pada kami, setiap pengalaman dan kejadian yang telah dilalui kini
membentuk kami menjadi pribadi yang lebih baik dari masa yang telah kami
lewati.” Malah kalo bisa berhubungan baik sama masa lalu tersebut.
Saya ngerasa kayak, perlu banget bersyukur. Misalnya aja, Fulan
punya masa lalu yang kelam, karena sifatnya yang manja, dia salah memilih suatu
keputusan yang pada akhirnya ngebawa dia dikeadaan antara hidup atau mati. Nah
karena si Fulan sekarang masih hidup, berarti dia berhasil ngelewatin masa
kelam itu (statement apa ini). Tapi, iya lho! Karena pengalaman itu jadinya kepribadian si Fulan terbentuk ke arah yang lebih baik, lebih berhati-hati, lebih
bertanggung jawab, lebih dewasa, dsb. Mungkin malah, kalau gaada kejadian itu,
si Fulan sekarang masih anak yang manja yang suka mengambil keputusan secara
impulsif.
Nah terus, orang yang dengerin ceritanya si Fulan jadi
terinspirasi, “duh, aku harus ngelatih diri supaya gak manja, biar gak kejadian
kayak si Fulan!” Jadi bermanfaat, toh?
Makanya saya gak setuju sama statement, “Yang berengsek
selamanya akan berengsek.”
Setiap orang memiliki kesempatan yang
sama untuk berubah menjadi lebih baik. Bagaimanapun masa lalunya dahulu,
sekelam apa lingkungannya dulu, dan seburuk apa perangainya di masa lampau. Berilah kesempatan seseorang untuk
berubah.
Karena, seseorang yang hampir
membunuh Rasul pun kini berbaring di sebelah makam beliau. : Umar bin Khattab
Jangan melihat seseorang dari masa
lalunya. seseorang yang pernah berperang melawan agama Allah pun akhirnya
menjadi pedang-nya Allah : Khalid bin Walid
Jangan memandang seseorang dari
status dan hartanya. karena sepatu emas fir'aun berada di neraka. sedangkan
sandal jepit bilal bin rabah terdengar di syurga.
(Ustad Yusuf Mansur)
Eh, btw keren amat yak sepatu dari emas, pas dipake gak lecet lecet ya kakinya? Jaman itu udah ada kaos kaki belum sih? Itu nanti kalo emasnya karatan kena kakinya si Fir'aun juga dong? Ga tetanus? #salahfokusssss
Makanya itu, saya pribadi gaakan menganggap teman yang udah lama gak saya ajak ngobrol adalah orang yang sama dalam setahun, dua tahun, atau lebih. Karena sepanjang itu, orang bisa saja berubah. Berubah ke arah baik atau buruk, wallahualam.
Who knows?

